NUFFNANG

Thursday, August 18, 2011

GADIS SEMPURNA

Seorang laki-laki ditanya oleh temannya mengapa ia belum berkhawin?
Orang itu menjawab, “Ya, saya belum pernah bertemu dengan gadis yang tepat … saya kira karena saya mencari gadis yang sempurna.”
“Oh, betulkah?,” kata temannya itu,” Tentu kamu pernah juga bertemu dengan setidaknya seorang gadis yang ingin kamu kahwini.”
“Ya, pernah ada seorang gadis. Saya kira ia seorang gadis yang sempurna .. satu-satunya gadis sempurna yang pernah saya jumpai. Ia sesuai dengan sesiapa pun .. saya sungguh berpendapat bahwa ia adalah gadis yang sempurna untuk saya.”
“Lalu, mengapa kamu tidak mengahwininya,” tanya temannya itu.
“Karena ia mencari laki-laki yang sempurna,” jawab orang itu.

 gade say: Apa moralnya di sini?.... Tentu sekali kita sebagai manusia adalah insan yg tidak sempurna.. dan tidak ada sesuatu pun di dalam dunia ini yang sempurna........... 

Wednesday, August 17, 2011

Fikir Sebelum Jawab

Anda sedang memandu didalam hujan lebat pada waktu malam. Anda melalui sebuah bus stop dan di situ ada tiga orang yang sedang menunggu bas:
  1. Seorang wanita tua yang kelihatan sakit parah.
  2. Seorang teman yang pernah menyelamatkan jiwa Anda.
  3. Seorang wanita (atau lelaki) idaman yang menjadi impian Anda.
Yang mana dari diantara tiga yang Anda tawarkan untuk menumpang di kereta Anda, karena hanya satu penumpang saja yang boleh ada di kereta Anda?
Pikirlah dahulu sebelum Anda melanjutkan membaca!
Ini suatu dilema moral yang pernah digunakan sebagai ujian dalam temu duga untuk mendapatkan pekerjaan.
Anda boleh membawa wanita tua itu, karena kalau tidak dia akan mati, jadi Anda harus pertama-tama menyelamatkan dia dulu, atau Anda boleh membawa sahabat Anda yang pernah menyelamatkan jiwa Anda, agar Anda dapat membalas budinya. Tetapi kalau begitu, Anda tidak akan bertemu dengan wanita (atau lelaki) idaman Anda itu lagi.
Ketika ujian ini diberikan, salah satu calon (dari 200 calon) memberikan jawaban berikut ini.
APA YANG IA KATAKAN?
Ia menjawab: Saya akan memberikan kunci kereta saya kepada sahabat saya itu, dan meminta ia membawa wanita tua itu ke hospital. Saya akan tinggal di situ menunggu bas bersama wanita idaman saya.

gade say: Jujur apa jawapan kamu yang pertama sekali... adakah anda membawa wanita tua atau sahabat atau pun wanita/lelaki idaman kamu?..... hehehe.....

Tuesday, April 12, 2011

Wednesday, March 30, 2011

Cerita Tiga Buah Pohon

Pada suatu ketika adalah tiga buah pohon yang tumbuh di lereng suatu bukit.
Mereka membicarakan harapan dan impian mereka. Pohon yang pertama berkata, “Saya berharap saya akan menjadi suatu kotak harta yang berharga. Saya akan diisi dengan emas, perak dan barang berharga lainnya. Saya akan diukir dengan indah dan setiap orang dapat melihat keindahan saya.”
Kemudian pohon kedua berkata, “Pada suatu ketika saya akan menjadi sebuah kapal yang perkasa. Saya akan membawa para raja dan ratu mengarungi samudera dan berlayar ke ujung dunia. Setiap orang akan merasa aman di dalam diri saya.”
Akhirnya pohon yang ketiga berkata, “Saya ingin tumbuh menjadi pohon yang paling tinggi dan paling tegak di daerah ini. Orang dapat melihat saya di puncak sebuah bukit dan melihat ke cabang-cabang saya, dan berpikir betapa dekatnya saya dengan sorga dan Tuhan hingga bisa meraihnya. Saya akan menjadi pohon yang terbesar sepanjang zaman dan orang akan selalu ingat akan saya.”
Setelah beberapa tahun mereka berdoa agar impiannya menjadi kenyataan, sekelompok penebang kayu datang ke situ. Ketika salah seorang penebang kayu datang ke pohon yang pertama ia berkata, “Ini tampaknya pohon yang kuat, saya kira saya dapat menjual kayunya pada seorang tukang kayu”. Ia pun mulai menebang pohon itu. Pohon itu merasa bahagia, karena ia merasa tukang kayu itu akan membuatnya menjadi kotak harta yang berharga.
Pada pohon kedua salah seorang penebang kayu berkata, “Ini tampaknya pohon yang kuat, saya tentu bisa menjualnya pada seorang tukang pembuat kapal.”
Pohon kedua juga merasa bahagia karena dengan cara itu ia mengira akan menjadi kapal yang perkasa.
Ketika penebang kayu itu sampai ke pohon yang ketiga, pohon itu merasa cemas karena kalau ia ditebang maka impiannya tak akan menjadi kenyataan. Salah seorang tukang kayu berkata, “Saya tidak memerlukan hal-hal istimewa pada pohon saya, maka saya akan ambil saja pohon ini,” ia pun menebangnya.
Ketika pohon pertama tiba di tempat tukang kayu, tukang kayu itu membuatnya menjadi kotak makanan untuk hewan. Ia menaruhnya di sebuah kandang dan mengisinya dengan jerami. Pohon tu kecewa, ini sama sekali bukan hal yang dimohonnya dalam doa.
Pohon kedua dipotong-potong dan dijadikan sebuah perahu nelayan yang kecil. Impiannya untuk menjadi sebuah kapal yang perkasa yang membawa para raja haruslah berakhir.
Pohon ketiga dipotong menjadi potongan-potongan yang besar dan ditinggalkan dalam kegelapan.
Tahun-tahun pun berlalu, dan pohon-pohon itu sudah melupakan impian mereka. Pada suatu hari, seorang laki-laki dan perempuan masuk ke kandang dan meletakkan seorang bayi di atas jerami dalam kotak makanan yang dibuat dari pohon yang pertama. Orang laki-laki itu hendak membuat sebuah tempat tidur bayi dan palungan itu cocok untuk itu. Pohon itu pun dapat merasakan pentingnya peristiwa itu dan tahu bahwa ia pernah digunakan untuk menaruh sesuatu yang paling mulia sepanjang segala zaman.
Beberapa tahun kemudian, sekelompok orang menumpang kapal nelayan yang dibuat dari pohon yang kedua. Salah seorang di antaranya lelah dan tertidur. Ketika mereka sedang berada di tengah danau, mereka diterjang badai dan pohon itu merasa tidak cukup kuat melindungi orang-orang itu. Orang-orang itu membangunkan orang yang tertidur itu, dan Ia berdiri dan berkata, “Tenanglah” dan badai pun berhenti. Pada saat itu juga tahulah pohon itu bahwa ia telah membawa Raja dari segala raja di perahu itu.

Akhirnya, datanglah seorang yang mengambil pohon yang ketiga. Kayu itu dibawa sepanjang jalan oleh seorang dan orang-orang mengolok-olok orang yang membawa kayu itu. Ketika sampai di tujuan, orang itu dipaku pada pohon itu, ditegakkan dan Ia mati di puncak bukit. Ketika Minggu tiba, pohon itu menyadari bahwa ia cukup kuat berdiri di atas bukit itu dan berada sangat dekat dengan Tuhan, karena Yesus telah disalibkan di pohon itu.

Moral dari cerita ini adalah, bila sesuatu tampaknya tidak berjalan sesuai dengan kehendak Anda, ketahuilah bahwa Tuhan mempunyai rencana untuk Anda. Bila Anda menaruh kepercayaan pada Dia, Ia akan memberi Anda anugerah besar. Setiap pohon memperoleh hal yang diinginkan, hanya bukan dengan cara yang mereka bayangkan. Kita tidak selalu mengerti rencana Tuhan untuk kita. Kita hanya tahu bahwa caraNya bukan cara kita, tetapi kita tahu bahwa caraNya selalu yang terbaik.


Gade Say: Beginilah cara Tuhan melaksanakan rencana-Nya yang indah di dalam kehidupan kita. Ianya sesuatu yang kita tidak dapat fahami......


Credit to UNKNOW ( saya pun tidak ingat sudah dari mana saya mendapatkan artikal ini). Apa pun, THANKS!!.. Sangat memberkati. GBU

Wednesday, March 23, 2011

Bila Kukatakan..... Aku....


Bila kukatakan.. "Aku Kristian"
Aku tidak akan berteriak "Aku diselamatkan"
Aku berbisik "Aku tersesat"
"Maka kupilih jalan ini."

Bila kukatakan.. "Aku Kristian"
Aku tidak akan mengatakan dengan bangga.
Aku mengaku aku tersandung
dam memerlukan Seseorang untuk memimpinku.

Bila kukatakan.. "Aku Kristian"
Aku tidak akan berlagak kuat.
Aku menyatakan diriku lemah
dan berdoa untuk memperolehi kekuatan.

Bila kukatakan.. "Aku Kristian"
Aku tidak akan menyombong aku berjaya.
Aku mengaku telah gagal
dan tidak dapat membayar hutang(dosa) ku.

Bila kukatakan.. "Aku Kristian"
Aku tidak akan menyatakan aku sempurna,
kekuranganku terlalu nampak
tetapi Tuhan percaya aku berharga.

Bila kukatakan.. "Aku Kristian"
Aku tetap merasakan sengatan derita.
Aku harus mengongsikan luka hatiku,
itulah sebabnya aku mencari Dia.

Bila kukatakan.. "Aku Kristian"
Aku tidak ingin menghakimi.
Aku tidak punya kuasa,
aku hanya tahu aku dikasihi-Nya.


Gade Say: Inilah yang kukatakan.... Kamu bagaimana?... Hehehe....

NUFFNANG