NUFFNANG

Showing posts with label Lord. Show all posts
Showing posts with label Lord. Show all posts

Wednesday, March 30, 2011

Cerita Tiga Buah Pohon

Pada suatu ketika adalah tiga buah pohon yang tumbuh di lereng suatu bukit.
Mereka membicarakan harapan dan impian mereka. Pohon yang pertama berkata, “Saya berharap saya akan menjadi suatu kotak harta yang berharga. Saya akan diisi dengan emas, perak dan barang berharga lainnya. Saya akan diukir dengan indah dan setiap orang dapat melihat keindahan saya.”
Kemudian pohon kedua berkata, “Pada suatu ketika saya akan menjadi sebuah kapal yang perkasa. Saya akan membawa para raja dan ratu mengarungi samudera dan berlayar ke ujung dunia. Setiap orang akan merasa aman di dalam diri saya.”
Akhirnya pohon yang ketiga berkata, “Saya ingin tumbuh menjadi pohon yang paling tinggi dan paling tegak di daerah ini. Orang dapat melihat saya di puncak sebuah bukit dan melihat ke cabang-cabang saya, dan berpikir betapa dekatnya saya dengan sorga dan Tuhan hingga bisa meraihnya. Saya akan menjadi pohon yang terbesar sepanjang zaman dan orang akan selalu ingat akan saya.”
Setelah beberapa tahun mereka berdoa agar impiannya menjadi kenyataan, sekelompok penebang kayu datang ke situ. Ketika salah seorang penebang kayu datang ke pohon yang pertama ia berkata, “Ini tampaknya pohon yang kuat, saya kira saya dapat menjual kayunya pada seorang tukang kayu”. Ia pun mulai menebang pohon itu. Pohon itu merasa bahagia, karena ia merasa tukang kayu itu akan membuatnya menjadi kotak harta yang berharga.
Pada pohon kedua salah seorang penebang kayu berkata, “Ini tampaknya pohon yang kuat, saya tentu bisa menjualnya pada seorang tukang pembuat kapal.”
Pohon kedua juga merasa bahagia karena dengan cara itu ia mengira akan menjadi kapal yang perkasa.
Ketika penebang kayu itu sampai ke pohon yang ketiga, pohon itu merasa cemas karena kalau ia ditebang maka impiannya tak akan menjadi kenyataan. Salah seorang tukang kayu berkata, “Saya tidak memerlukan hal-hal istimewa pada pohon saya, maka saya akan ambil saja pohon ini,” ia pun menebangnya.
Ketika pohon pertama tiba di tempat tukang kayu, tukang kayu itu membuatnya menjadi kotak makanan untuk hewan. Ia menaruhnya di sebuah kandang dan mengisinya dengan jerami. Pohon tu kecewa, ini sama sekali bukan hal yang dimohonnya dalam doa.
Pohon kedua dipotong-potong dan dijadikan sebuah perahu nelayan yang kecil. Impiannya untuk menjadi sebuah kapal yang perkasa yang membawa para raja haruslah berakhir.
Pohon ketiga dipotong menjadi potongan-potongan yang besar dan ditinggalkan dalam kegelapan.
Tahun-tahun pun berlalu, dan pohon-pohon itu sudah melupakan impian mereka. Pada suatu hari, seorang laki-laki dan perempuan masuk ke kandang dan meletakkan seorang bayi di atas jerami dalam kotak makanan yang dibuat dari pohon yang pertama. Orang laki-laki itu hendak membuat sebuah tempat tidur bayi dan palungan itu cocok untuk itu. Pohon itu pun dapat merasakan pentingnya peristiwa itu dan tahu bahwa ia pernah digunakan untuk menaruh sesuatu yang paling mulia sepanjang segala zaman.
Beberapa tahun kemudian, sekelompok orang menumpang kapal nelayan yang dibuat dari pohon yang kedua. Salah seorang di antaranya lelah dan tertidur. Ketika mereka sedang berada di tengah danau, mereka diterjang badai dan pohon itu merasa tidak cukup kuat melindungi orang-orang itu. Orang-orang itu membangunkan orang yang tertidur itu, dan Ia berdiri dan berkata, “Tenanglah” dan badai pun berhenti. Pada saat itu juga tahulah pohon itu bahwa ia telah membawa Raja dari segala raja di perahu itu.

Akhirnya, datanglah seorang yang mengambil pohon yang ketiga. Kayu itu dibawa sepanjang jalan oleh seorang dan orang-orang mengolok-olok orang yang membawa kayu itu. Ketika sampai di tujuan, orang itu dipaku pada pohon itu, ditegakkan dan Ia mati di puncak bukit. Ketika Minggu tiba, pohon itu menyadari bahwa ia cukup kuat berdiri di atas bukit itu dan berada sangat dekat dengan Tuhan, karena Yesus telah disalibkan di pohon itu.

Moral dari cerita ini adalah, bila sesuatu tampaknya tidak berjalan sesuai dengan kehendak Anda, ketahuilah bahwa Tuhan mempunyai rencana untuk Anda. Bila Anda menaruh kepercayaan pada Dia, Ia akan memberi Anda anugerah besar. Setiap pohon memperoleh hal yang diinginkan, hanya bukan dengan cara yang mereka bayangkan. Kita tidak selalu mengerti rencana Tuhan untuk kita. Kita hanya tahu bahwa caraNya bukan cara kita, tetapi kita tahu bahwa caraNya selalu yang terbaik.


Gade Say: Beginilah cara Tuhan melaksanakan rencana-Nya yang indah di dalam kehidupan kita. Ianya sesuatu yang kita tidak dapat fahami......


Credit to UNKNOW ( saya pun tidak ingat sudah dari mana saya mendapatkan artikal ini). Apa pun, THANKS!!.. Sangat memberkati. GBU

Wednesday, March 23, 2011

Bila Kukatakan..... Aku....


Bila kukatakan.. "Aku Kristian"
Aku tidak akan berteriak "Aku diselamatkan"
Aku berbisik "Aku tersesat"
"Maka kupilih jalan ini."

Bila kukatakan.. "Aku Kristian"
Aku tidak akan mengatakan dengan bangga.
Aku mengaku aku tersandung
dam memerlukan Seseorang untuk memimpinku.

Bila kukatakan.. "Aku Kristian"
Aku tidak akan berlagak kuat.
Aku menyatakan diriku lemah
dan berdoa untuk memperolehi kekuatan.

Bila kukatakan.. "Aku Kristian"
Aku tidak akan menyombong aku berjaya.
Aku mengaku telah gagal
dan tidak dapat membayar hutang(dosa) ku.

Bila kukatakan.. "Aku Kristian"
Aku tidak akan menyatakan aku sempurna,
kekuranganku terlalu nampak
tetapi Tuhan percaya aku berharga.

Bila kukatakan.. "Aku Kristian"
Aku tetap merasakan sengatan derita.
Aku harus mengongsikan luka hatiku,
itulah sebabnya aku mencari Dia.

Bila kukatakan.. "Aku Kristian"
Aku tidak ingin menghakimi.
Aku tidak punya kuasa,
aku hanya tahu aku dikasihi-Nya.


Gade Say: Inilah yang kukatakan.... Kamu bagaimana?... Hehehe....

Thursday, August 19, 2010

Pengukur Kehidupan Yang Tepat

Firman Mu itu pelita bagi kaki ku dan terang bagi jalanku. Mazmur 119:105.

Seorang yang kehidupannya aneh pada suatu hari ingin membeli sepasang sepatu. Orang tersebut telah mengukur panjang dan lebar kakinya dengan tali. Setelah itu dia pergi ke toko untuk membeli sepatu. Karena terburu-buru sebab toko penjual sepatu itu hampir tutup, maka dia tidak sempat melihat-lihat secara cermat. Karena tertarik pada sepasang sepatu maka dia minta agar sepatu tsb diturunkan, karena dia ingin mengukurnya. Ketika orang itu merogoh kantongnya untuk mengambil tali pengukur panjang dan lebar kakinya itu, ternyata tali itu tidak ada sebab tertinggal di rumah. Orang tersebut mohon diri sebentar untuk mengambil tali pengukur tsb. Penjual sepatu itu terheran-heran, karena orang itu lebih percaya tali pengukur kakinya daripada kakinya sendiri. Sungguh perbuatan yang aneh. Dalam kehidupan Kristen pun ada banyak terjadi keanehan yang seperti itu. Orang Kristen tidak menjadikan Firman Tuhan sebagai pengukur yang tepat untuk kehidupannya, tetapi lebih percaya kata orang, kata adat istiadat, kata setan dan sebagainya, padahal Firman Tuhan adalah petunjuk bagi jalan hidup yang baik dan yang benar di hadapanNya. Sering terjadi lebih takut mendukakan manusia daripada mendukakan Tuhan. Ini adalah kekristenan yang aneh.


gade say: Bagaimana dengan kehidupan kita hari ini?.. Adakah kita mengukur kehidupan kita dengan sumber ukuran yang betul??...

Saturday, August 07, 2010

ALLAH Pun Menangis Dengan Bangga

Saat itu adalah musim panas dimana hujan belum turun hampir satu bulan lamanya. Tanaman jagung hampir mati. Sapi-sapi tidak menghasilkan susu.

Sungai-sungai mengering seperti menyusut ke dasar bumi. Itu adalah musim kering yang cukup parah bahkan ada kemungkinan sebelum musim panas berakhir banyak dari para petani sudah harus mengalami kebangkrutan.

Setiap hari suamiku dan adik laki-lakinya berusaha semaksimal mungkin mengairi ladang kami walau dengan proses yang amat sukar. Dan akhirnya proses ini melibatkan sebuah truk yang harus di bawa ke pabrik penyimpan air setempat dan mengisinya dengan air.

Namun tindakan penjatahan yang ketat ini telah membuat banyak orang kesusahan.

Seandainya hujan tidak turun juga dengan segera … kami akan kehilangan segalanya.

Hari itu adalah hari dimana aku boleh mendapatkan satu pelajaran yang sangat berharga tentang memberi dan aku menyaksikan sendiri mujizat yang terjadi.

Saat itu aku sedang di dapur menyiapkan makan siang ketika aku melihat anak laki-lakiku, Billy, yang berumur enam tahun sedang berjalan ke hutan. Langkahnya tidak seperti anak kecil pada umumnya tapi seperti sedang berjalan dengan satu tujuan yang sangat penting sekali.

Aku hanya bisa melihat punggungnya saja.

Jelas sekali dia berjalan dengan upaya yang cukup besar ... mencoba untuk semaksimal mungkin berjalan dengan tenang. Baru sebentar dia menghilang di dalam hutan, dengan segera dia sudah terlihat kembali sambil berlari dengan kencang menuju rumah. Saat itu aku tidak terlalu perduli, aku pikir urusannya sudah selesai dan kembali meneruskan kegiatanku. Tetapi, sesaat kemudian, kembali aku melihat Billy, sekali lagi dengan langkah-langkahnya yang diupayakan tetap tenang sedang berjalan menuju hutan.

Hampir satu jam dia melakukan hal itu: berjalan dengan sangat hati-hati ke hutan, lalu kembali ke rumah dengan berlari. Akhirnya setelah mengamati sekian lama aku tidak tahan lagi, aku langsung keluar mencoba untuk mengikutinya (namun berusaha untuk tidak diketahui... sepertinya dia tidak ingin ibunya tahu pekerjaan penting yang sedang dikerjakannya).

Dia berjalan dengan tangan yang sedang menangkup air, dan terus mencoba untuk tidak menumpahkan satu tetespun … kemungkinan air ditangannya yang kecil itu paling-paling hanya sebanyak dua atau tiga sendok makan. Aku berusaha untuk mencoba lebih mendekat saat dia sedang berjalan menuju hutan. Ranting-ranting pohon dan duri mengenai wajah kecilnya, tapi dia sama sekali tidak mencoba untuk menghindar. Dia lebih memusatkan perhatiannya kepada tugas yang sedang dia kerjakan.

Ketika aku sedang mengawasinya, disaat itulah aku melihat pemandangan yang sangat luar biasa. Beberapa rusa besar bermunculan dihadapannya. Billy berjalan tepat ke arah mereka. Hampir aku berteriak untuk menyuruhnya menjauh. Seekor rusa jantan besar dengan tanduknya yang indah datang mendekat. Tapi rusa itu tidak melakukan apa-apa...bahkan ketika Billy duduk berlutut.

Dan aku melihat seekor anak rusa kecil tergelak di tanah dan jelas sekali sedang menderita dehidrasi dan keletihan yang amat sangat. Aku melihat anak rusa itu dengan usaha yang keras mencoba mengangkat kepalanya untuk bisa menjilat air dari tangan kecil anakku.

Ketika airnya habis, dengan segera Billy melompat berdiri untuk segera kembali berlari ke rumah dan aku segera bersembunyi di balik pohon. Aku mengikutinya kembali ke rumah dan dia berjalan menuju keran yang telah kami tutup. Billy membukanya dan aliran air yang sangat kecil meluncur turun. Dia menadahkan tangannya sambil berjongkok, menunggu air yang mengalir sangat lambat itu memenuhi tangannya dan sinar matahari yang panas menyinari punggungnya.

Semua menjadi jelas sekarang: Minggu lalu dia telah bermain-main dengan selang air dan telah membuang air dengan sia-sia. Dia harus menerima hukuman untuk hal itu. Itulah sebabnya dia berusaha untuk tidak minta tolong kepadaku.

Membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit untuk air itu bisa memenuhi tangan kecilnya. Setelah penuh dia berdiri dan mencoba untuk kembali ke hutan, disaat itulah dia baru menyadari bahwa aku telah berada di hadapannya. Dengan air mata yang hampir mengalir dia berkata, "aku nggak sedang buang-buang air," katanya.

Ketika dia kembali memulai perjalanannya lagi, aku telah menemaninya...kali ini dengan membawa mangkuk kecil yang sudah berisi air. Aku menunggunya dari jauh dan membiarkannya memberi minum anak rusa itu. Itu adalah pekerjaannya. Aku berdiri di pinggir hutan sambil memandangi sebuah hati yang luar biasa indah yang dengan usaha yang besar sedang berusaha untuk menyelamatkan sebuah kehidupan lain.

Ketika air mata membasahi wajahku, tiba-tiba aku merasakan ada tetesan air yang lain menimpa wajahku, lagi, lagi dan lebih banyak lagi. Aku memandang ke langit dan bisa merasakan bahwa Allah pun turut menangis dengan bangga.

Mungkin ada yang mengatakan bahwa itu hanyalah kebetulan.

Bahwa mujizat itu tidak ada. Bahwa kebetulan saja hujan memang harus turun.

Aku tidak dapat mendebatnya... dan tidak ingin melakukannya. Yang ingin aku katakan hanyalah bahwa hujan hari itu sungguh-sungguh telah menyelamatkan pertanian kami...seperti yang telah dilakukan seorang anak laki-laki kecil yang telah menyelamatkan nyawa makhluk lain.


Gade Say: Article ini saya dapat di www.airhidup.com dan sangat memberkati buat saya.

Sunday, August 01, 2010

Takutlah....

"1:7 Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan, tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan. 1:8 Hai anak-Ku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu 1:9 sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu."
(Amsal 1:7-9)

1:22 "Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan? 1:23 Berpalinglah kamu kepada teguranKu! Sesungguhnya, Aku hendak mencurahkan isi hatiKu kepadamu dan memberitahukan perkataanKu kepadamu. 1:24 Oleh karena kamu menolak ketika Aku memanggil, dan tidak ada orang yang menghiraukan ketika Aku mengulurkan tanganKu, 1:25 bahkan, kamu mengabaikan nasihatKu, dan tidak mau menerima teguranKu, 1:26 maka Aku juga akan menertawakan celakamu; Aku akan berolok-olok, apabila kedahsyatan datang ke atasmu, 1:27 apabila kedahsyatan datang ke atasmu seperti badai, dan celaka melanda kamu seperti angin puyuh, apabila kesukaran dan kecemasan datang menimpa kamu. 1:28 Pada waktu itu mereka akan berseru kepadaKu, tetapi tidak akan Kujawab, mereka akan bertekun mencari Aku, tetapi tidak akan menemukan Aku. 1:29 Oleh karena mereka benci kepada pengetahuan dan tidak memilih takut akan TUHAN, 1:30 tidak mau menerima nasihatKu, tetapi menolak segala teguranKu, 1:31 maka mereka akan memakan buah perbuatan mereka, dan menjadi kenyang oleh rencana mereka. 1:32 Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya. 1:33 Tetapi siapa mendengarkan Aku, ia akan tinggal dengan aman, terlindung dari pada kedahsyatan malapetaka." (Amsal 1:22-33)


gade say: Takut akan Tuhan ada permulaan kepada segalanya. Tinggal didalam-Nya adalah syarat untuk mendapatkan janji-janji-Nya. Mengutamakan Tuhan dalam segala hal adalah yang sepatutnya. Namun hari ini, manusia lebih mengutamakan kehendak sendiri sebelum-Nya. Bahkan, Tuhan selalu menjadi pilihan terakhir mereka untuk menyelesaikan masalah.
"6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. "(Matius 6:33)

#P/S
Takut akan Tuhan bermaksud kita menghomati Dia dan melakukan apa yang diperintahkan-Nya kepada kita seperti dalam Firman-Nya, Alkitab.




Friday, April 30, 2010

Jangan Bangunkan Dia!!



Ada seorang gadis kecil berdiri di khalayak ramai sementarai ayahnya memberikan suatu kesaksian tentang apa yang telah diperbuat Tuhan dalam hidupnya. Dia menyaksikan bagaimana Tuhan telah menyelamatkan dia dan menarik dia dari gaya hidupnya sebagai seorang pemabuk.

Pada hari itu ada seorang sinis yang berdiri di antara kerumunan tersebut yang tidak tahan lagi mendengar segala percakapan kosong tentang agama tersebut. Dia berteriak, "Kenapa anda tidak duduk dan diam saja, orang tua. Anda hanyalah bermimpi."

Tak beberapa lama, orang ini merasa ada tarikan di lengan jaketnya. Dia menoleh ke bawah dan ternyata itu adalah gadis kecil ini. Anak itu menatapnya dan berkata, "Tuan, itu adalah ayah saya yang kamu sedang cakapkan. Anda mengatakan ayah saya seorang pemimpi? Biar saya ceritakan kepada kamu tentang ayah saya.

"Ayah saya dulu seorang pemabuk dan malam-malam pulang ke rumah, dan memukul ibu saya. Ibu menangis sepanjang malam. Dan tuan, kami tidak memiliki pakaian-pakaian bagus untuk dipakai kerana ayah saya membelanjakan seluruh wangnya untuk whiski. Kadang-kadang saya tidak memiliki kasut untuk dikenakan ke sekolah. Tapi lihatlah kasut dan baju ini! Ayah saya mempunyai pekerjaan yang baik sekarang!".

Lalu sambil menunjuk ke suatu arah, dia mengatakan, "Adakah anda melihat seorang wanita yang sedang tersenyum di sana? Itu adalah ibu saya. Dia tidak menangis sepanjang malam lagi sekarang. Sekarang dia menyanyi."

Kemudian suatu pukulan yang hebat. Anak itu berkata, "TUHAN telah merubah ayah saya. TUHAN telah mengubah rumah kami. Tuan, jika ayah saya sedang bermimpi, tolong jangan bangunkan dia!"



gade say : Saya mendapat teks ini yang dikirimkan melalui facebook dan ia sangat memberkati. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Amen...!

Tuesday, April 27, 2010

MILIK MU

MILIK MU - FOP 3

Tuhan ku rindu mengasihi Mu selalu
Ku mau jadi seperti Mu itu kerinduan ku
Ku tahu kekuatan ku hanya ker'na kuasa Mu
Hanya nama Mu yang ku tinggikan

Kau melihat ku jauh kedalam hatiku
Ku mau bersama Mu
Kehadiran Mu ku yakin
Hidup ku 'kan menjadi milik Mu
Tuhan....




gade say : Sangat diberkati oleh lagu ini.....

Tuesday, April 20, 2010

The Tiger, The Man and GOD..

A man was being chased by a tiger. He run as hard as he could until he was at the edge of cliff with the tiger in hot pursuit. The man looked over the edge of the cliff and saw a branch growing out of the side of the cliff a few feet down. He jumped down and grabbed the branch just as the tiger reached the cliff. The tiger growled viciously as the man sighed a great sigh of relief.

Just then a mouse came out from a crevice and begun to chew on the branch. The man looked down to what was drop of a thousand feet and sure death and looked to the heavens and yelled out, "Dear GOD, if You are there, please help. I will do anything You ask but please help."

Suddenly a voice came booming down from heaven, "You will do anything i ask?" it questioned.

The man shocked to hear a reply to his plea yelled back, "I will gladly do anything You ask, but please save me."

The voice from heaven replied, "There is one way to save you but it will take courage and faith."

The branch begun to weaken from the mouse and the tiger was still growing a few feet above the man, "Please, Lord, tell me what i must do and i will do it. Your will is my will."

The voice from heaven then said, "All right then, let go of the branch."

The man looked down to fall of thousand feet and certain death. He looked up at hungry tiger a few feet away and he looked at the mouse still chewing on the branch. Then he looked up at the heaven and yelled, "Is there anyone else up there???"


gade say : What you got from this story??... Think.............

NUFFNANG